Home Kolom Bisnis Manajemen Konflik

Dalam sebuah bisnis yang di bangun dengan kerja sama akan sangat sulit untuk menghindari konflik. Bahkan konflik adalah bagian dari keniscayaan yang musti terjadi sehingga sebuah kerja sama akan terukur soliditasnya dan sebuah kedewasaan akan teruji dalam penyelesainnya. Seperti halnya sebuah “kerja sama” yang di bangun dalam bingkai rumah tangga dan konflik menjadi dinamika yang menyimpan hikmah indah. Konflik dalam kerja sama bisnis yang menyangkut interaksi antar kedua belah pihak yang sama sekali tidak terikat oleh hubungan darah akan lebih rentan lagi akan konflik.

Menurut Killman dan Thomas (1978), konflik merupakan kondisi terjadinya ketidakcocokan antar nilai atau tujuan-tujuan yang ingin dicapai, baik yang ada dalam diri individu maupun dalam hubungannya dengan orang lain. Kondisi yang telah dikemukakan tersebut dapat mengganggu bahkan menghambat tercapainya emosi atau stres yang mempengaruhi efisiensi dan produktivitas kerja (Wijono,1993, p.4)

Bisnis besar akan sangat sulit dibangun tanpa kerja sama, jadi menghidarinya bukanlah pilihan tepat bagi seorang pengusaha. Manajemen konflik menjadi mutlak untuk kita pahami dan realisasikan dalam menghadapinya. Manajemen konflik berfungsi untuk mengantisipasi agar konflik tidak terjadi dan meminimalisir akan berbagai konflik sehingga tidak menjadi besar. Manajemen konflik juga harus mengatur tindakan apa yang harus dilakukan ketika konflik yang telah di prediksi benar-benar terjadi.

Lalu apa yang perlu kita lakukan sebagai strategi dalam menghadapi konflik ;

Pertama, Menghilangkan potensi konflik. Konflik seringkali terjadi karena kesalah pahaman, oleh karena itu harus ada kesepahaman antara kedua belah pihak yang di tuangkan dalam bentuk tertulis dan itu menjadi acuan dalam kerja sama. Dengan kata lain harus ada kontrak kerja sama yang mengatur secara detail hak dan kewajiban antara kedua belah pihak. Point berikutnya mengatur solusi tindakan dari konflik yang mungkin muncul tersebut.

Kedua, Evaluasi. Ketika perselisihan terjadi maka harus di review ulang dari manakah awal kemunculan konflik itu. Fakuskan evaluasi pada hal-hal yang menyebabkan konflik dan jangan kaitkan dengan persoalan lainnya. Kesampingkan kekecewaan yang bersifat personal dan kembalilah focus pada persoalan inti.

Ketiga, Buat kesepakatan solusi. Adanya konflik untuk di pecahkan bersama-sama bukan untuk di publikasikan secara terbuka. Memperluas konflik dari persoalan antar individu ke ranah public disamping tak akan menyeleaikan masalah juga menyalahi etika bisnis seorang pengusaha yang bermartabat. Tak ada masalah tanpa solusi, itulah yang harus kita yakini dalam setiap menghadapi persoalan. Kita harus berbesar jiwa bukan besar kepala dalam bereaksi atas suatu persoalan. Bukankah ada pihak ketiga yang bisa dihadirkan sebagai penengah, atau kalo itu tidak mampu menjadi solusi, maka di Negara hokum semua persoalan bisa dihadapkan kesana.  

Bagaimanapun juga tak ada peristiwa berlalu begitu saja tanpa hikmah. Di balik setiap konflik yang kita hadapi juga bisa menjadi pelajaran berharga dalam hidup kita. Lagi-lagi kedewasaan sikap yang akan menentukan seberapa banyak kita mampu menyerap hikmah dari setiap peristiwa.

AB Subranto

www.kakilangit.co.id

 
Chat with our CS
Batam
Jogja
Pekanbaru
Polls
Dari Manakah Anda Mengetahui Kaki Langit Offset
 
Share FB
Share |
var addthis_config = {"data_track_clickback":true};